Olahraga Arus Deras (ORAD) atau lebih dikenal dengan nama arung jeram adalah salah satu olahraga air yang menguji adrenalin dan kerja sama tim. Arung jeram biasanya dilakukan dengan menggunakan perahu karet, kayak, ataupun kano. Tidak hanya memberikan pengalaman seru dan menyenangkan, arung jeram juga memberikan kesempatan untuk menikmati keindahan alam dari sudut pandang yang berbeda.


        Mahasiswa Pecinta Alam "Wanaprastha Dharma" Universitas Udayana kali ini memberangkatkan tim dalam bentuk ekspedisi mini untuk melakukan pengarungan di Sungai Telaga Waja. Ekspedisi ini dikenal dengan nama Mini Tryout (MTO) yang menjadi kegiatan wajib dalam masa Pelatihan Tingkat Dasar (PTD) XLII Mapala “WD” Unud. Ekspedisi mini ini berlangsung pada tanggal 21-22 Januari 2025.

        Mini Tryout Divisi ORAD kali ini bertemakan “Rivers and Gateways: Harmonies in Hurdles”, yang mana memiliki arti pencarian dan penelusuran mencari jalan keluar serta harmonisasi dalam setiap kesulitan. Mini Tryout Divisi ORAD tahun 2025 ini adalah ekspedisi pertama yang dilakukan pada Pelatihan Tingkat Dasar (PTD). Diharapkan dengan diadakannya kembali MTO Divisi ORAD, akan menjadi pelopor untuk ekspedisi arung jeram lainnya.


        Pengarungan sungai sejauh 4.4 km dengan start di Bendung Irigasi Bajing dan finish di Jembatan Apet, Tangkup. Peserta yang berangkat antara lain adalah empat calon anggota yaitu Sagita Aziziah (CA-2442001), I Putu Yogi Astawa (CA-2442005), I Gede Made Danu Tirta (CA-2442016), dan Ni Putu Dea Amelia Putri (CA-2442027), serta didampingi oleh instruktur dan pendamping instruktur, yaitu I Komang Satriya Bhayangkara (WD-2239766), Zhalzhabela Nur‘Aini Sitinjak (WD-2239777), serta Apriyanto Rajah (WD-9111498) sebagai pendamping.


        Tim MTO Divisi ORAD menelusuri Sungai Telaga Waja dengan media perahu karet dan menggunakan 'River Running System'. Sistem ini memberangkatkan minimal dua perahu yang berfungsi saling backup atau lead dan rescue. Captain dari masing-masing perahu adalah I Komang Satriya Bhayangkara (WD-2239766) dan Apriyanto Rajah (WD-9111498).


        Pada pengarungan pertama di tanggal 21 Januari 2025, masing-masing perahu terdiri dari dua crew dan satu captain. Pengarungan ini ditujukan untuk melatih skill mendayung dan pengenalan medan sungai kepada calon anggota yang merupakan crew perahu. Kemudian pengarungan kedua kembali dilakukan pada 22 Januari 2025. Selama pengarungan kedua ini, tim melakukan pendataan jalur melalui aplikasi AlpineQuest. Jeram dengan nama resmi tidak dapat ditemukan selama pengarungan karena tim melakukan pengarungan di bagian hilir sungai.

        Hari kedua pengarungan lebih menakjubkan daripada hari sebelumnya. Hal ini karena sebelum menaiki perahu, tim melakukan renang defensive menuju perahu. Pengalaman ini sangatlah baru bagi para calon anggota, memberikan sensasi yang menantang adrenalin. Tim juga melakukan praktik lain selama pengarungan, yaitu berupa self rescue dan crew rescue menggunakan throw bag. Throw bag dilemparkan untuk menangkap crew yang sedang hanyut di sungai. Kejadian tak terduga juga terjadi pada pengarungan kedua. Kejadian tak terduga terjadi, yang mana perahu mengalami flip karena menabrak batu. Oleh karenanya, crew dan captain yang berada di perahu jatuh dan terbawa arus. Beruntungnya terdapat crew dari perahu yang berada di depan dengan sigap membantu dan melakukan rescue.



        Kegiatan mini tryout ini tidak akan berhasil tanpa bantuan berbagai pihak, baik secara langsung dan tidak langsung. Kami dari segenap tim MTO Divisi ORAD PTD XLII mengucapkan banyak terima kasih. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan digunakan dengan sebaik-baiknya baik di masa kini maupun di masa mendatang.